Perjuangan Belum Selesai

Hai palssss, long time no posting nih hehe. Btw kali ini saya mau berbagi cerita tentang "Perjuangan Belum Selesai". Yak cuma mau ngingetin buat adik-adik yang mau lulus SMA, bahkan yang belum menginjak dunia SMA, perlu diperhatikan nih Perjuangan kalian belum berhenti saat "Dinyatakan LULUS SMA". Dalam hal ini maksudnya adalah perjuangan untuk menentukan masa depan, menentukan akan kuliah dimana setelah keluar ntar dari dunia SMA. Sedikit kejam sih menurut saya. Tapi beda cerita nih kalau kalian langsung cari kerja bukan cari kuliah.

Oke mulai cerita ya...

Setelah saya dinyatakan LULUS SMA, betapa senangnya setelah melalu pengorbanan yang begitu panjang, NEM saya sih lumayan, mau tau berapa? emhhh.. jangan deh ntar dikira sombong hahaha. Lumayan bagi saya, belum tentu lumayan bagi orang lain :|

Setelah Euforia kelulusan selesai, saatnya saya mencari tempat menimba ilmu yang baru. Sejak jaman SMA kelas 2, saya itu bener-bener deh cita-cita banget kuliah di Universitas Diponegoro. Karena Undip adalah salah satu Universitas Negeri Terbaik se-Jawa Tengah bahkan Indonesia. Dilihat dari kampusnya duh keren guys, luaaaas banget, ada Stadionnya, ada Rusunawa, ada RS Nasional Undip yang baru dibangun. Gimana nggak tertarik coba? Fasilitasnya lengkap, oke dan Modern. 

By The way Undip itu dibagi 2 daerah, yaitu Semarang Atas di daerah Tembalang, bisa dibilang pusatnya Universitas Diponegoro karena semua mahasiswa S1 kecuali Kedokteran & Gizi menempati wilayah tersebut dan satunya di Semarang Bawah tepatnya di daerah Pleburan dekat Simpang Lima. Sekarang hanya dipakai oleh mahasiswa d3 kecuali teknik dan mahasiswa Pascasarjana, kalau dulu sih beberapa mahasiswa S1 dari fakultas FEB, FISIP dan Hukum masih kuliah disana, Tapi sekarang sih sudah dipindah secara massal ke Tembalang, akibatnya Tembalang jadi ruameeee bangeeet. Menjamur kos-kosan, coffee shop dan pencuri motor juga semakin menjamur lho, hati-hati guys.

Ok, back to topic. FYI aja nih, sebelum kelulusan, Alhamdulillah saya dapat "Jalur Undangan", jalur tersebut merupakan salah satu jalur masuk PTN dengan syarat peringkat 50% dari seluruh jumlah siswa seangkatan bagi sekolah ber-akreditasi A seperti sekolah saya. Peringkat berapa persennya tergantung Akreditasi Sekolah masing-masing. Sekolah ikut andil dalam mengurusi Jalur Undangan. Bayarnya kalau nggak salah 175 ribu. Waktu mau ngambil kesempatan ini saya sih rada hopeless banget, ya karena saingan ribuan dari seluruh Indonesia dan pastinya kuota sedikit banget. Waktu itu saya ambil Undip jurusan Hubungan Internasional dan Administrasi Bisnis. Kacaunya adalah kuota yang diterima masing-masing prodi hanya 17 anak , jadi jauh-jauh hari sebelum pengunguman saya meyakinkan diri harus legowo jika saya tidak diterima. Buat jaga-jaga juga saya beli formulir Universitas Swasta jika saya ditolak mentah-mentah oleh PTN :p

Setelah menunggu sekitar satu bulan lebih, akhirnya pengunguman memberitahukan bahwa saya dinyatakan tidak lolos jalur undangan, okelah nggak masalah masih ada jalan lain hehe. Langkah selanjutnya adalah saya mengikuti "Jalur Ujian Tulis", jalur ini merupakan jalur tertulis yang dilaksanakan serempak seluruh anak se-Indonesia untuk memperebutkan kursi PTN. Biaya pendaftaran 150 ribu. Jujur saya tetep aja hopeless banget bisa nggak ya lolos ntar. Strategi saya adalah saya memilih Fakultas di Undip yang kuotanya paling banyak. Dan pilihan saya di Undip adalah mengambil jurusan Hukum ( kuotanya 380 anak :p ) dan Administrasi Publik ( kuota hanya 67 ). Kalau nggak salah pernah baca di AntaraNews, peserta SNMPTN Tulis mencapai 618.804 dan kursi PTN yang tersedia hanya 106.363, apa nggak sedih nih :s

Setelah menunggu sebulan lamanya, akhirnya hari pengunguman pun tiba. Jauh hari saya meyakinkan diri harus ikhlas kalau dinyatakan gagal lagi. Dan perkiraan saya benar, saya gagal lagi. Karena soal SNMPTN kemarin itu demi apapun sulit banget bagi saya, apalagi saya nggak ikut bimbel manapun, usaha sendiri. Rasanya waktu ngebuka Matdas pengen muntah asli, nggak tau mana yang harus dikerjain dulu, karena memang aslinya nggak bisa ngerjain :p

Sempet nangis sih saat lihat pengunguman, sempat terpikir kenapa saya tidak diterima? tapi teman-teman saya yang notabene bukan ranking kelas keterima, ya sudahlah memang belum saatnya. Ibu meminta saya agar melakukan apa yang dilakukan anak teman ibu saya yang juga gagal SNMPTN tapi lolos di Ujian Mandiri Undip ( UM ) seperti Sholat 5 waktu, Sholat sunnah Dhuha dan Tahajud rutin, Puasa Senin-Kamis dan pastinya tetap belajar keras dan positif thinking.

Saya kembali ikut Tes agar tetap bisa masuk Undip. Kali ini adalah "Jalur UM", jalur ini adalah jalur khusus yang diselenggarakan pihak Undip sendiri. Sedikit lebih mahal biaya pendidikannya dibandingkan jalur SNMPTN, tapi Ibu saya tetap ingin saya melanjutkan pendidikan di Undip, dan Alhamdulillah tidak masalah dengan biayanya. Biaya pendaftaran 200 ribu. Sebelum tes tertulis, saya banyak mencari referensi soal-soal UM tahun-tahun lalu, dan benar rumornya bahwa soal-soal itu memang kesulitannya 2x lebih besar daripada SNMPTN Tulis. 

Hari Tes pun tiba, dengan tekad yang kuat dan pantang menyerah, saya mengikuti Ujian di Fakultas Hukum Undip seorang diri tanpa ditemani siapapun. Herannya tidak ada satupun anak yang saya kenal, persis kayak anak ilang lihat kanan-kiri main hape sendirian -___-". Akhirnya bel masuk berbunyi, tanpa disangka saya bertemu teman di depan pintu ruang ujian beberapa menit sebelum benar-benar masuk ruangan. Dan nggak nyangkanya lagi dia juga satu ruangan sama saya, haduh kemana aja kita berdua kok ya nggak ketemu gitu di depan, pfffttt :|

Nggak nyangka ketiga kalinya adalah posisi duduk saya tepat dihadapan sang pengawas, hanya berjarak beberapa cm sampai saya bisa membaca tulisan di kertas yang diletakkan di meja. Mana pengawasnya ada satu tuh yang muka killer, langsung mules deh ini perut. Untungnya nih setelah mulai membuka soal dan mengerjakan, Alhamdulillah banget soalnya lebih mudah dari SNMPTN, dan lebih mudah pake banget dibanding soal UM tahun 2008-2011. 

Kali ini saya buang jauh-jauh rasa hopeless, selalu positif thinking bakal lolos UM, Ibadah Sholat wajib dan Sunnah ditingkatkan mumpung Bulan Ramadhan. Pengunguman UM semula jatuh pada tanggal 27 July 2012, tapi entahlah akhirnya panitia mengundurkan pengunguman menjadi tanggal 28 July 2012 pukul 06.00 WIB. Huh keburu deg-degan nggak karuan eh ternyata diundur. pffffft :|

Tanggal 28 July 2012, setelah Sholat Tahajud saya mensugestikan diri jika gagal lagi harus siap menerima, ya karena saya sudah mendaftar Ujian D3 Undip, saya sih berpikirnya lebih besar peluang masuk di D3. Sekitar pukul 03.30 WIB, saya memberanikan diri membuka website Undip. Dan ternyata sudah ada pengunguman Ujian Mandiri S1. Dengan hati dagdigdug nggak karuan, saya tetap memberanikan diri untuk melihat hasilnya. Dan Alhamdulillah akhirnya saya diterima sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro Jurusan Administrasi Bisnis, Puji Syukur jurusan tersebut adalah pilihan pertama saya. Karena sebelumnya dalam Jalur Undangan dan Jalur Tulis saya selalu meletakkan prodi Administrasi Bisnis & Publik sebagai pilihan kedua, eh Alhamdulillah akhirnya lolos juga setelah saya meletakkan prodi Administrasi Bisnis di pilihan pertama. Keluarga saya sangat senang mendengarkan berita bahagia ini, apalagi Bapak, Ibu dan Eyang yang langsung memeluk saya dan memberikan ucapan selamat. Tidak ada moment terindah dalam hidup saya selama ini selain membuat Keluarga bahagia. Saya pun juga sampai menitikkan air mata bahagia, karena pengorbanan berbulan-bulan terbayar dengan hasil yang sangat indah.

Senangnya lagi teman-teman saya banyak yang mengucapkan selamat, tapi ada satu yang mengganjal. Ada teman yang memberikan tanggapan dingin atas keberhasilan saya menembus PTN. Parahnya dia cuma komentar dingin aja tanpa memberi ucapan selamat. Dia bilang " Bejo ya kamu bisa lolos. Temenku banyak yang lolos juga sama kayak jurusanmu. Di fisip kuotanya banyak makanya banyak yang lolos. Soal kemarin gampang mesti? ". Bener-bener nggak ngerti sama mindset yang seperti itu. Semua bukan karena bejo semata. Dia tidak tahu bagaimana perjuangan saya yang telah gagal 2x tapi tetap bangkit. Dia tidak tahu bagaimana saya berusaha sekuat tenaga, berusaha menyeimbangkan doa dan belajar. FYI aja nih, di Fisip itu ada 5 jurusan. Ada Komunikasi, Pemerintahan, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, dan Hubungan Internasional. Nah kuota di UM itu hanya 60an kursi yang tersedia dan saingannya itu ribuan. Kuota banyak dari mana? coba bandingkan di Fakultas Hukum yang menerima 200an anak, sangat beda jauh. Ah sudahlah, biarkan dia berkata semaunya, Whatever you say!

Oke, kesimpulannya adalah semua orang mempunyai mimpi yang bisa dicapai asalkan dengan niat yang sungguh-sungguh, kerja keras, ibadah serta doa. Nah buat adik-adik yang mau menghadapi SNMPTN 2013 dan selebihnya, kejarlah keinginanmu melanjutkan kuliah di PTN manapun sesuai minat. Jika ingin berkuliah di Universitas Indonesia, ITB, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Unpad, nggak masalah asalkan tetap berusaha sekuat tenaga ya. Wish you luck, Regards :)

Ada yang butuh soal-soal UM Undip? Monggo.. :)

Soal-soal UM Undip tahun 2008 & 2009

http://www.ziddu.com/download/13491512/UNDIP-2008kode581.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/13491511/UNDIP-2009kode191.pdf.html

Soal UM Undip IPA tahun 2010

http://www.4shared.com/rar/jKsLRmye/soal_um_undip_ipa_2010.html

You Might Also Like

0 komentar